News
Home  »  News  »  14 Kontrak Blok MIGA...
Oct
28
2009
14 Kontrak Blok MIGAS dan CBM ditandatangani
News
0
foto : republika.co.id

foto : republika.co.id

JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menandatangani 14 kontrak kerja sama (KKS) wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) serta gas metana batubara (coal bed methane/CBM) di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (30/11).Penandatanganan kontrak antara Kepala BPMIGAS R. Priyono dengan para investor itu disaksikan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan Direktur Jenderal Migas, Departemen ESDM, Evita Legowo.

Dengan penambahan kontraktor baru tersebut, total Kontraktor KKS yang diawasi dan kendalikan BPMIGAS menjadi 231 kontraktor.

Dari 14 kontrak tersebut, sembilan merupakan wilayah kerja migas, sisanya kontrak CBM. Sembilan blok migas ini terdiri dari lima blok yang sudah diumumkan pemenangnya pada 11 September lalu, yakni Andaman III dengan Talisman Asia Ltd, West Glagah Kambuna dengan konsorsium PT Pertamina Hulu Energi West Glagah Kambuna-Petronas Carigali (West Glagah Kambuna) Ltd.  Juga Halmahera Kofiau, East Bula, dan West Papua IV dengan konsorsium Black Gold Halmahera Kofiau LLC-Nikko Resources (Overseas XV) Ltd.

Satu blok ditawarkan melalui mekanisme tender reguler putaran pertama 2009, yakni blok Sula I oleh PT Brilliance Energy. Sedangkan, dua blok migas yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung pada lelang putaran pertama 2009, yakni blok Blora oleh PT Sele Raya Energi, dan blok North Makasar Strait oleh konsorsium Baruna Nusantara Energy Ltd dengan Niko Resources (Overseas XIV) Ltd.

Total investasi komitmen eksplorasi kedelapan kontraktor baru tersebut sebesar US$ 126,2 juta untuk masa tiga tahun. Rinciannya, untuk studi geologi dan geofisika sebesar US$ 12,4 Juta, survei seismik 2D sepanjang 10.500 km sebesar US$ 9,5 juta, survei seismik 3D seluas 3.100 km2 sebesar US$ 28,75 juta, dan pemboran sumur eksplorasi sebanyak 6 sumur dengan nilai investasi sebesar US$ 75,5 juta. Sedangkan bonus tanda tangan yang diterima langsung pemerintah sebesar US$ 23,25 juta.

Selain kontrak eksplorasi, pemerintah menandatangani satu KKS produksi yang ditawarkan melalui penawaran langsung, yakni di blok Langgak oleh PT Sarana Pembangunan Riau-Kingswood Capital Ltd. Komitmen pasti untuk dua tahun masa awal kontrak berupa well service sebesar US$ 410 ribu, pump optimization sebesar US$ 844 ribu, sehingga total investasinya adalah sebesar US$ 1,254 juta. Sedangkan bonus tandatangan yang akan diterima pemerintah sebesar US$ 1,005 juta.

Untuk kontrak CBM meliputi tiga blok, yakni blok Barito, blok Rengat, dan blok Sanga-Sanga. Rinciannya, blok Barito oleh konsorsium PT Trans Asia Resources-PT Jindal Stainless Indonesia; Rengat oleh Indon CBM Ltd; dan Sanga-Sanga oleh konsorsium Virginia Indonesia Co LLC, BP East Kalimantan Ltd, Lasmo Sanga-Sanga Ltd, Opic Oil Houston Inc, Virginia Inter Co LLC, dan Universe Gas and Oil Co Inc.

Komitmen pasti eksplorasi ketiga perusahaan tersebut untuk 3 (tiga) tahun pertama masa eksplorasi berupa Study G&;G sebesar US$ 3,1 juta, 14 pemboran sumur eksplorasi sebesar US$ 16,5 juta dan 18 corehole sebesar US$ 6,3 juta. Pilot Project Phase I yang terdiri dari 12 dewatering senilai US$ 18,875 dan 10 production test (convert dari sumur eksplorasi) sebesar US$ 1 juta serta 3 new production test well sebesar US$ 7,25 juta. Total investasinya mencapai US$ 53,025 juta. Adapun bonus tanda tangan yang diterima pemerintah sebesar US$ 8 juta.

Selain itu, ditandatangani dua blok CBM yang berlokasi di wilayah tambang batu bara dan migas, yakni blok Muara Enim dan blok Batang Asin. Blok Muara Enim dikelola konsorsium PT Pertamina Hulu Metana Sumatera 2 dengan PT Trisula CBM Energy; dan blok Batang Asin oleh konsorsium Bumi Perdana Ltd dan Glory Wealth Pacific Ltd.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan acara penyerahan data lama Shell, yakni data sebelum 1966 tentang hasil kegiatan perminyakan perusahaan asal Belanda itu selama beroperasi di Indonesia. Penyerahan data ini sesuai nota kesepahaman antara Ditjen Migas dengan Shell mengenai pengembalian data ke pemerintah Indonesia.

Source: BPMIGAS